6.12.19

Cara Renovasi Rumah dengan Biaya Murah
















Merenovasi rumah sudah menjadi kebutuhan bagi semua orang. Mengapa demikian, sebuah keluarga akan terus berkembang, dari bujangan, berkeluarga, punya anak dan punya cucu.

Jadi akan selalu ada pertumbuhan. Jika kali ini dalam usia remaja, maka bertahap menjadi dewasa dan tua.

Perkembangan ini menuntut juga kebutuhan pertumbuhan akan perumahan. Rumah yang dahulu cukup untuk dihuni oleh pasangan suami istri, maka ketika anak lahir, maka butuh ruang dan begitu seterusnya.

Terus kapan waktu yang tepat merenovasi rumah, tentu renovasi sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa alasan orang melakukan renovasi, setidaknya ada 3 alasan, diantaranya, Perlu rumah lebih luas, rumah sudah tua atau aus dan ingin menyesuaikan dengan mode terbaru

Lantas bagaimana mendapatkan biaya renovasi rumah yang murah. Ada beberapa tips yang bisa digunakan agar mendapatkan biaya renovasi yang minimal dengan hasil maksimal.

1. Renovasi Sendiri
Renovasi rumah sendiri maksudnya adalah, semua urusan mulai desain sampai pembangunan dikelola sendiri. Konsep ini memang relatif lebih murah, karena memangkas biaya pemborong yang digantikan. Namun perlu kecermatan, karena dalam proses renovasi mesti terlibat langsung, khususnya memonitor tukang dan kenek.

Perlu energi ekstra bagi owner untuk konsep ini. Namun manfaatnya, sebagai owner akan mengenal dengan baik bagaimana mendesain, memimpin orang dan mengendalikan material serta anggaran.

2. Pemborongan Tenaga Kerja
Konsep kedua, sebagai owner cukup menyiapkan material dan desain, sedangkan manajemen tukang dan kenek diserahkan kepada pemborong tenaga kerja.

Konsep ini tetap membutuhkan pengawasan, karena jika pemborong tenaga kerjanya tidak profesional hasilnya bisa jadi tikdak maksimal.

Jadi dalam konsep ini, owner rumah cuman menyiapkan desain dan material saja, tenaga kerja sepenuhnya diborongkan.

3. Tahu Bersih
Konsep terakhir ini, baik material maupun tenaga kerja diserahkan sepenuhnya kepada pemborong. Biasanya satuannya per meter persegi, semisal per meter dihargai 3 jt.

Biasanya pemborong meminta Down Payment (DP) untuk mengawali proyek. Dengan modal awal tersebut pemborong memberi material dan menyiapkan ongkos tenaga kerja.

Pembayaran berikutnya tergantung kesepakatan, biasanya per termenin. Semisal, 25% DP, 25%, 25% dan 15%, sedangkan yang 10% ditahan sebagai bentuk garansi atas pekerjaan, semisal akan dibayarkan jika sampai 3 bulan tidak ada komplain dari owner.

Demikian penjelasan singkat ini tentang cara melakukan renovasi. Terus yang mana yang paling efisien.

Dari pengalaman, yang paling efisien adalah diserahkan kepada pemborong yang bisa mengoptimalkan tenaga kerjanya. Karena komponen tenaga kerja dalam bangunan sipil mengambil porsi hampir 50% dari total anggaran renovasi.

Oleh karena itu, menujuk tukang dan kenek atau pemborong yang profesional adalah kunci dari penghematan biaya renovasi. Jadi percayakan kepada pemborong yang telah teruji dengan kualitas kerjanya serta harga yang bersaing.


Jika perlu Renovasi, Hubungi Jagoreno, Harga yang ditawarkan bersaing dan garansi atas proyek yang dikerjakan.


Solusi Rumah Anda



26.11.19

Kenapa Renovasi Rumah Dilakukan















Ada banyak pertimbangan kita melakukan renovasi rumah. Tentunya setiap orang memiliki latar belakang masing-masing terkait mengapa mereka perlu melakukan renovasi.

Berikut ini, pertimbangan yang umum dilakukan orang saat melakukan renovasi rumah.

1. Bertambahnya Anggota Rumah
Misal, saat membeli rumah type 36 m2, dimana rumah tipe ini sangat cocok dimiliki oleh keluarga kecil. Namun dengan semakin bertambahnya anggota keluarga, semisal anak sudah semakin besar dan perlu ruangan sendiri serta akan lahir baby baru. Maka jika tetap menggunakan rumah yang ada akan semakin sempit. Oleh karena itu perlu dilakukan renovasi berupa pelebaran atau peningggian rumah agar anggota keluarga baru nyaman menggunakannya.

2. Modelnya Sudah Jadul
Alasan berikutnya adalah rumah yang lama sudah kelihatan jadul. Seiring dengan semakin stabilnya pendapatan dan semakin ingin tampil lebih modis, maka pemilik rumah ingin melakukan upgrade rumah lebih modern dan lebih besar. Biasanya kondisi bangunan rumah, semakin lama semakin ketinggalan jaman modelnya.

3. Rumah Sudah Aus
Alasan berikutnya adalah rumah sudah tak layak huni. Atap banyak yang bocor, pintu dan jendela sudah tak berfungsi layak. Dinding sudah kusam banyak goresan dan gambar anak-anak. Hal demikian bisa dikatakan rumah sudah dalam kondisi aus atau mendekati rusak. Dalam kondisi seperti ini biasaya pemilik rumah ingin rumahnya diperbaiki agar nyaman ditempati.

4. Mengembangkan Investasi
Ada juga yang melakukan renovasi pelebaran atau peninggian sebagai bentuk investasi properti. Pemilik rumah ingin menyimpan uangnya dalam bentuk investasi rumah yang jika dijual akan naik harganya melalui proses renovasi yang lebih cocok dengan kebutuhan pasar.

5. Rumah Mau Dijual
Ada juga yang melakukan renovasi rumah agar rumah mudah dijual. Dengan model dan bentuk yang lebih baru membuat daya tarik tersendiri bagi pembeli untuk membeli rumah tersebut.

Demikian, 5 alasan kenapa orang melakukan renovasi rumah. Anda melakukan renovasi dengan dasar apa ?